Merupakan Salah satu unit usaha yang jaga ada didesa Ganggang Panjang yang beralamat diluwung RT05/RW02. Usaha anyaman ini merupakan usaha milik Pak Sadar yang telah berdiri sejak tahun 1969, yang memproduksi anyaman tampah, tedok dan kukusan.

Usaha Kesehatan Menengah ini belum memiliki karyawan sampai saat ini, dan memiliki omset per-minggu. Lokasi pemasaran berkisaar didaerah porong, pasar larangan.

Sebagai usaha kecil menengah dan tidak memiliki karyawan usaha inipun juga memiliki kesulitan yaitu pada perolehan modal, ditambah lagi dengan kondisi pangsa pasar yang sepi. Sehingga harapan kedepannya diharapkan usaha ini dapat memperoleh bantuan untuk pengembangan kedepannya.

 
 
Merupakan unit usaha yang berdiri 3 tahun yang lalu dengan kemampuan modal kerjasama / joint antar teman. Dengan jumlah pegawai yang dimiliki adalah 6 orang proses produksi dan 17 orang pada bagian pemasaran / penjualan tahu. Usaha ini juga sudah memiliki surat izin usaha pendirian.

Jumlah produksi yang dihasilkan adalah 5 KW/hari atau 15 Ton/Bulan dengan wilayah pemasaran pada pasar tanggulangin, tulangan, buduran, pandaan dan sidoarjo, sistem pemasarnnyapun cukup lancer, namun tambahan dana atau modal sangat diharapkan sebgai alat untuk pengembangan unit usaha tahu serta dapat lebih fokus untuk usaha peternakan kambing pula.

 
 
Berlokasi di desa ganggang panjang RT 2 / RW 3 , Kec Tanggulangin , berdiri sejak tahun 1997 dengan bahan baku utama kapuk , dilanjutkan hingga tahun 2010 dengan berbahan silicon hingga tahun 2010 sampai saat ini . Jumlah karyawan yang dimiliki sebanyak 11 orang , 3 orang pada bagian penjahit dan 9 orang pada bagian sales. UKM ini merupakan salah satu UKM di ganggang panjang yang sudah memiliki Surat izin usaha pendirian (SIUP)  dan nomor pokok wajib pajak ( NPWP).

Wialayah pemasarannya ada di daerah mojokerto, Kediri, Krembung , Tulangan dan dengan cara door to door , untuk pemasaran di luar pulau sudah menjangkau wilayah Kalimantan .

Kondisi pasar saat ini cukup ramai dan berkembang tetapi teteap saja dana sangat dibutuhkan untuk perluasan usaha ini kedepannya. 

 
 
Sektor kerajinan di desa Ganggang Panjang sebenarnya bukanlah sektor utama mata pencaharian penduduk di desa yang terletak sekitar 2 Km dari pemerintahan Kecamatan Tanggulangin kabupaten Sidoarjo.
Unit Kegiatan Masyarakat ( UKM ) kerajinan anyaman di desa Ganggang Panjang merupakan kerajinan dari jenis bambu. UKM ini berdiri sejak tahun 1993. Pak Pangkat adalah salah satu pemilik UKM di desa Ganggang Panjang, selain mengelola usaha kerajinan anyaman, beliau juga masih menyempatkan waktu untuk melatih ketrampilan Kursus menganyam kepada warga ganggang panjang lainnya yang berminat ingin mengembangkan UKM anyaman bambu ini. Meskipun hanya dikelola berdua dengan istri, namun omset yang di hasilkan bisa menarik keuntungan yang lumayan.

Omset per harinya bisa menghasilkan sekitar 1 keranjang. Untuk wilayah pemasaran, saat ini sudah menjangkau wilayah regional jawa timur, antara lain sidoarjo, Surabaya, porong dan pasuruan. Disamping itu masih ada kesulitan yang dihadapi Pak Pankat Untuk lebih mengembngkan usahaUKM miliknnya, yakni kesulitan bahan baku dan pengembangan jangkauan wilayah pemasaran. Untuk prospek ke depannya, UKM ini diharapkan bisa dikembangkan lebih maksimal lagi. Mengingat masih minim modal, juga sarana dan media pemasaran selama ini masih kurang  optimal. Dan faktor lainnya adalah kondisi perekoniman saat ini agaknya kurang mendukung , karena situasi pangsa pasar yang sepi dan usaha UKM ini masih bersifat musiman. Di harapkan bahwa dengan menggunakan media web, UKM ini bisa lebih memacu perkembangan usaha UKM ini. 

 
 
Picture
Sektor peternakan di desa Gemulung sebenarnya bukanlah sektor utama mata pencaharian penduduk di desa yang terletak sekitar 2 Km dari pusat pemerintahan Kecamatan Pecangaan kabupaten Jepara.
Unit Kegiatan Masyarakat ( UKM ) Peternakan ayam di desa Gemulung merupakan peternakan ayam untuk jenis ayam broiller pedaging. Ayam jenis ini dapat mencapai berat sekitar 2 Kg 8 ons ketika berumur kurang lebih 40 hari, dan siap untuk dipanen.
Salah satu peternakan ayam di desa Gemulung adalah peternakan ayam milik mas sigit dan mas arif yang terletak di RT 03 RW 02 desa Gemulung. Di peternakan yang dapat menghasilkan tidak kurang 2500 ekor ayam siap konsumsi tiap panen ini dibutuhkan sedikitnya 8-9 ton pakan ayam ( Livur ) dari masa pembesaran sampai masa panen yang membutuhkan waktu sekitar 36-40 hari.
Beternak ayam sebenarnya susah-susah gampang. Gampang karena sebenarnya perawatan dan pemeliharaan ayam ternak tidaklah sulit. Keuletan dan ketekunan dalam pemberian pakan dan vaksin secara teratur, serta kecermatan dalam hal kebersihan kandang tentu akan menghasilkan ayam-ayam pedaging yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Namun bila ayam-ayam ternak sudah terkena penyakit maka pengobatan yang diperlukan hingga resiko matinya ayam tidaklah sedikit. Belum lagi biaya yang dikeluarkan untuk pakan ayam yang mencapai hingga 9 ton untuk sekali musim pembesaran hingga panen yang diperkirakan mencapai 46 juta rupiah, mengingat harga 1 sak livur 50 Kg mencapai 255 ribu rupiah. Hal inilah yang kemudian membuat mayoritas penduduk desa Gemulung enggan untuk beternak ayam dan lebih memilih sektor usaha yang lain seperti pertanian dan perkebunan.

Picture
 
 
Picture


Desa ganggang panjang memiliki perbatasan persawahan pada setiap sisinya, atau dapat dikatakan pemukiman warga berada di tengah-tengah persawahan. hal tersebut menyebabkan mayoritas pekerjaan warga desa Gemulung adalah petani. banyak sekali hasil pertanian seperti padi, ketela pohon, dan tebu. namun sektor yang paling menonjol dari ketiga hasil pertanian tersebut adalah pertanian tebu. Tebu hanya mengalami masa panen satu kali tiap tahunnya. di desa gemulung terdapat 15 unit penampungan dan pengolahan tebu. setiap unitnya dapat menghasilkan 700 kilogram per hari pada masa panen. jadi total hasil pertanian tebu di desa gemulung mencapai 10,5 ton tebu tiap harinya.

melihat potensi penghasil tebu yang begitu besar, banyak industri gula yang mengambil bahan mentah berupa baggase (larutan kotor hasil penggilingan batang tebu) untuk diolah kembali menjadi gula pasir. namun tidak sedikit juga warga desa yang mengolah tebu tersebut menjadi gula merah atau sering disebut gula jawa. keterbatasan modal, SDM, dan peralatan yang lebih modern membuat warga desa gemulung kesulitan untuk mengolah gula tebu menjadi gula pasir, mengingat pengkristalah gula cair menjadi gula pasir membutuhkan mesin pemanas vakum yang harganya tidak terjangkau oleh masyarakat.

Untuk pembuatan gula pasir, batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula. Sesudah itu, nira atau air perasan tebu tersebut disaring, dimasak, dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%, ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air.

Pertama-tama bahan mentah dihancurkan dan diperas, sarinya dikumpulkan dan disaring, cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya di gunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidak kemurnian, campuran tersebut kemudian dimurnikan dengan belerang dioksida. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan, endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. Setelah cukup murni, cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi.

namun pengolahan gula tebu oleh manyarakat gemulung hanya menggunakan metode tradisional yaitu dengan menggiling batang tebu kemudian memurnikannya dengan memanaskan pada sebuah tungku dan ditambahkan zat pemisah kotoran sehingga membentuk gumapalan kental yang kemudian didinginkan dengan cara ditumpakan ke lantai dan terbentuklah gula merah.

dipasaran harga gula merah dengan gula pasir terpaut Rp 2000,- per kilogramnya. permasalahan yang ada pada desa gemulung adalah ketidakmampuan masyarakat desa untuk dapat mengkristalkan gula yang sudah bersih (nira) menjadi butiran kristal gula yang padat. faktor-faktor seperti kurangnya pengetahuan serta kurangnya dana masyarakat untuk dapat membeli alat pengkristal gula menjadi petani kalah bersaing dengan produk-produk luar yang memiliki investasi besar.

 
 
This is your new blog post. Click here and start typing, or drag in elements from the top bar.
Picture
Bisa juga menerima orderan pembuatan kandang kelinci.

Untuk lebih jelasnya silakan kunjungi tempat kami atau telp ke nomor 03177680400 - 03170815675.

 
 
This is your new blog post. Click here and start typing, or drag in elements from the top bar.
Picture
Click Jual kelinci hias berbagai jenis antara lain : Anggora Inggris, Fuzzy Lop, English Lop Pudel, Dutch, Rex Tricolor, english rex, flamish giant, netherland  dwarf, australia, anakan kelinci hias dll.
Lokasi di Desa Gang-gang Panjang RT 11/3, Kecamatan Tanggulangin - Sidoarjo.
Bisa juga tukar tambah dengan jenis kelinci hias yang lain (dalam keadaan sehat).

Juga menjual meubelair, antara lain : Lemari, Meja rias, Meja Makan, Meja Belajar, Dipan, Kursi Santai dll yang dijamin bagus pengerjaannya.to edit.

 
 
Picture
  1. Sanitasi dan Tindakan Preventif 
    Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.
  2. Pengontrolan Penyakit 
    Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.
  3. Perawatan Ternak 
    Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.
  4. Pemberian Pakan 
    Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
  5. Pemeliharaan Kandang 
    Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit 
    dibersihkan dengan kreolin/lysol.
NB: Untuk yang mau mencari indukan/anakan buat ternak kelinci yang ada di wilayah sidoarjo dan sekitarnya bisa menghubungi saya di nomor 031-77680400